This story about my friend….

Dimulai waktu kuliah pertama selesai tepat waktu Dzuhur. Anak-anak langsung pergi ke kantin (bukannya langsung ke masjid,hehehe). Mungkin mereka berniat melepas ketegangan setelah bertemu Dosen yang cukup horor. Gimana nggak horor, kalo masalah nilai cuma hanya ada dua dja, yaitu antara A dan E.hmm…

Setelah sekian lama dikantin, tepat jam 1 ada kuliah kedua. Kemudian teman yang menjadi aktor pada cerita kali ini, Adi Trisnawan mengajak w untuk pergi mengantarnya melatih Basket disalah satu SMK di daerah Bogor. Tentunya setelah meminta izin kepada Dosen yang bersangkutan. Setelah mengantongi izin dari sang dosen, kami segera berangkat ke tempat tujuan.

Sesampainya di tempat tujuan, Adi langsung menuju ke tempat Guru bagian TU untuk berniat meminjam Proyektor. Tapi apa yang didapat, nihil hasilnya. Katanya seh masih terbatas pemakaiannya,huh..

Adipun tak melihat anak-anak asuhannya. Mereka menyadari bahwa pelatih mereka sudah datang, namun keberadaannya tidak diperdulikan. Sungguh ini hal yang seharusnya tidak dilakukan oleh anak-anak berpangkat Menengah Atas. Bukankah mereka itu bukan anak SD lagi yang setiap kali ingin diajarkan harus disuruh???

Beberapa menit kemudian, akhirnya Adi memutuskan untuk Briefing. Latihan dilapanganpun tidak memungkinkan karna cuaca pada waktu itu hujan deras. Briefing dilaksanakan disalah satu kelas, dan untuk kedua kalinya, merekapun belum kumpul semua dan ini membuat Adi menunggu beberapa menit.

Pada saat briefing, Adi memberikan motivasi kepada mereka selama dua jam kurang. Adi ingin menentukan titik terang dari semua permasalahan yang ada pada anak-anak didiknya. Setelah lama berselang, ada salah satu yang bertanya tentang kejelasannya dan tak usah bertele-tele lagi katanya. Adi semakin tidak tahan lagi dengan kelakuan anak didiknya itu. Padahal sebelumnya sudah dijelaskan dan mereka menanggapi dengan menjawab “Paham”. Bukankah itu artinya tidak ada pengulangan???

Akhirnya Adi memutuskan untuk tidak mengajar lagi. Padahal, dari yang saya perhatikan, Adi tidaklah meminta apa-apa dari mereka, Adi hanya meminta keseriusan mereka dalam berlatih. Materi yang didapat dari dia melatih pun tidak seberapa, tidak usah disebutlah, karna ini terbilang cukup kecil. Tapi Adi tidak memikirkan hal itu, karna dengan melatihpun, dia ingin sekaligus mengembangkan dirinya sendiri.

W nggak habis fikir dengan semua yang terjadi pada hari ini, dan Adi cuma bilang “ini semua w jadikan sebagai pengalaman”

Okey, untuk Adi, w yakin lu bakal jadi orag sukses, dan mereka yang tertawa itu memang sebenarnya menertawakan dirinya sendiri. Dan satu lagi, ditunggu tas gratisannya ya,haha kidding…

Just this hour, MAKE YOUR EXPERIENCE AS THE BEST TEACHER……