Perkembangan Peradaban

Perkembangan peradaban pada masa Dinasti Bani Abbasiyah sangat berkembang pesat, karena upaya-upaya yang dilakukan oleh para Khalifah di bidang fisik. Hal ini dapat kita lihat dari bangunan-bangunan yang berupa :

  1. Kuttab yaitu tempat belajar dalam tingkatan pendidikan rendah dan menengah).
  2. Majlis Muhadharah yaitu tempat pertemuan para ulama, sarjana, ahli pikir dan pujangga untuk membahas masalah-masalah ilmiah.
  3. Darul Hikmah yaitu perpustakaan terbesar yang di dalamnya disediakan tempat ruangan belajar yang didirikan oleh khalifah Harun Ar-Rasyid.
  4. Madrasah, Perdana menteri Nidhomul Mulk adalah orang yang mula-mula mendirikan sekolah dalam bentuk yang ada sampai sekarang ini, dengan nama madrasah.
  5. Masjid, yaitu tempat yang biasa dipakai untuk pendidikan dan tahassus.

Kehidupan Perekonomian

Pada awal masa kepemimpinan Abbasyiah, perbendaharaan negara penuh dan berlimpah-limpah, uang masuk lebih banyak daripada pengeluaran. Yang menjadi Khalifah adalah al-Mansyur. Dia betul-betul telah meletakkan dasar-dasar yang kuat bagi ekonomi dan keuangan negara. Dia mencontohkan Khalifah Umar bin Khattab dalam menguatkan Islam. Dan keberhasilan kehidupan ekonomi maka berhasil pula dalam :

  1. Pertanian, Khalifah membela dan menghormati kaum tani, bahkan meringankan pajak hasil bumi mereka  dan ada beberapa yang dihapuskan sama sekali. Pada masa al-Mahdi perekonomian mulai meningkat dengan peningkatan di sektor pertanian melalui irigasi dan peningkatan hasil pertambangan seperti perak, emas, tembaga dan besi.
  1. Perindustrian, Khalifah menganjurkan untuk beramai-ramai membangun berbagai industri, sehingga terkenallah beberapa kota dan industri-industrinya.
  2. Perdagangan, Pada masa Bani Abbasiyah, juga terjadi kemajuaan di bidang perdagangan dan melalui ketiga kota ini dilakukan usaha ekspor impor, hasil industri yang diekspor ialah permadani, sutra, hiasan, kain katun, satin, wool, sofa, perabot dapur atau rumah tangga, dan lain-lain. Segala usaha ditempuh untuk memajukan perdagangan seperti :
  • Membangun sumur dan tempat-tempat istirahat dijalan-jalan yang dilewati kafilah dagang.
  • Membangun armada-armada dagang.

Usaha-usaha tersebut sangat besar pengaruhnya dalam meningkatkan perdagangan dalam dan luar negeri. Akibatnya kafilah-kafilah dagang kaum muslimin melintasi negeri-negeri dan kapal-kapal dagangnya mengarungi tujuh lautan.

Strategi Kebudayaan Dan Rasionalitas

Dalam negara Islam di masa Bani Abbassiyah berkembang corak kebudayaan, yang berasal dari beberapa bangsa. Apa yang terjadi dalam unsur bangsa, terjadi pula dalam unsur kebudayaan. Dalam masa sekarang ini berkembang empat unsur kebudayaan yang mempengaruhi kehidupan akal/rasio yaitu

  1. Kebudayaan Persia
  2. Kebudayaan Hindi
  3. Kebudayaan Yunani
  4. Kebudayaan Arab